Doers Festival, how to outstand your digital footprint

Sekarang ini hampir setiap orang (terutama generasi muda) memiliki media sosial. Di sana semua mempublikasikan kegiatannya, aktivitas liburan, keluh kesah, opini, pendapat, bakat, bisnis, dan lain sebagaimana, termasuk kegiatan yang sifatnya iseng, prank, dan candaan semata. Tak jarang semua yang seharusnya bersifat privat, diubar bebas.

Tapi, tahukah Anda, bahwa semua yang kita posting saat ini akan mempengaruhi karir kita di masa yang akan datang, bahkan mungkin karir kita 5 – 10 tahun ke depan?

Apa yang kita posting di sosial media, entah memang benar atau hoax bercandaan, akan mempengaruhi image orang lain terhadap kita. Bahkan akan mempengaruhi employer yang memperkerjakan kita. Image kita akan hancur dengan hanya sebuah posting negatif. Tidak hanya kita, tetapi juga employer kita. Itulah sebabnya, seorang employer “wajib” memeriksa jejak digital akun sosial media calon pekerjanya. Ini juga dilakukan untuk menghindari pekerja yang terlalu “ember” untuk membuka rahasia perusahaan di media sosial.

Di sisi lain, posting yang sifatnya positif akan membantu menaikkan image seseorang dan employer-nya. Posting yang berisi hasil karya juga dapat menjadi iklan dan membantu employer menentukan client atau pekerjanya. Selain itu, banyak sekali manfaat dari jejak digital yang bersih. Apa saja manfaatnya? Bagaimana untuk memaksimalkan jejak digital kita

Silahkan simak acara ini, hasil kerja bareng XL-Axiata dengan CDC ULM dan UIN Antasari. Acara ini menampilkan Ivan Ahda dan Edho Masedo.